KPK Tunggu Hasto Perilisan Video Dugaan Skandal Korupsi Pejabat, PDIP: Lanjutkan Kasus Besar yang mana Mandek

JAKARTA – Juru Bicara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Mohamad Guntur Romli memohonkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan penanganan tindakan hukum besar daripada mengawaitu Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto merilis video dugaan skandal korupsi pejabat negara. Pernyataan itu merespons KPK yang mengajukan permohonan Hasto melaporkan untuk pihak berwajib terkait dugaan praktik rasuah dengan bukti yang digunakan beliau miliki.
“Lanjutkan sekadar kasus-kasus besar yang dimaksud lama mandek di area KPK,” kata Guntur, Awal Minggu (30/12/2024). KPK harus menindaklanjuti segala informasi dugaan korupsi yang tersebut pernah disampaikan ekonom Faisal Basri terkait ekspor bijih nikel
“Yang pernah disampaikan almarhum Faisal Basri yakni dugaan ekspor ilegal bijih nikel yang tersebut merugikan negara banyak triliun, ada 2 nama Bobby lalu Airlangga,” ujar Guntur.
Tak hanya sekali itu, beliau juga memohon KPK menindaklanjuti informasi dugaan korupsi yang dimaksud pernah disampaikan Ubedilah Badrun. “Laporan Ubedilah Badrun terkait dugaan korupsi anak-anak Jokowi, itu lanjutkan,” tegasnya.
Sebelumnya, Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto berharap Hasto dapat melaporkan terhadap pihak berwajib terkait dugaan praktik rasuah dengan bukti yang dimaksud beliau miliki.
“KPK berharap siapa pun yang tersebut memiliki informasi tentang tindakan korupsi yang mana diadakan pegawai negeri atau pengurus negara untuk melaporkan terhadap APH yang dimaksud berwenang menangani perkara korupsi,” ujarnya, Hari Minggu (29/12/2024).
Laporan Hasto diperlukan sebagai bukti untuk mengungkap secara terang benderang. Menurut dia, Hasto mampu melaporkan untuk tiga Aparat Penegak Hukum (APH) yang mana berwenang yakni KPK, Kejaksaan, maupun Polri.
Sekadar informasi, Hasto sudah pernah menciptakan puluhan video terkait dugaan skandal korupsi para pejabat negara. Puluhan video itu akan menggemparkan rakyat dan juga mengubah peta pemberantasan korupsi di area Tanah Air.
Hal itu disampaikan Guntur pada inisiatif Interupsi bertajuk”Sengketa pemilihan kepala daerah Belum Mulai, Elite Parpol Tersangka,” yang mana disiarkan iNews, Kamis, 26 Desember 2024. Guntur melakukan konfirmasi Hasto masih berada dalam Indonesia kemudian tak bepergian ke luar negeri.
“Ya tentu hanya masih di tempat Indonesia, nggak ke mana-mana. Mas Hasto itu taat hukum lalu kooperatif,” katanya.






