Para Tahanan Palestina yang tersebut Dibebaskan Alami Penyiksaan Ekstrem dan juga Kurang Gizi

GAZA – Warga Palestina yang dimaksud dibebaskan sebagai bagian dari gelombang ketujuh dan juga terakhir dari kesepakatan pertukaran tahanan Hamas-Israel tampak kurus kering lalu menunjukkan tanda-tanda penyakit epidermis juga penyiksaan.
Tanda-tanda itu terlihat di rekaman yang dibagikan di dalam media sosial. Salah satu mantan tahanan dibebaskan pada waktu di keadaan koma juga dipindahkan ke rumah sakit di area Tepi Barat yang dimaksud diduduki.
Sekitar 456 warga Palestina dibebaskan lalu dipindahkan ke Jalur Gaza, menurut Saleh Al-Hams, direktur keperawatan di dalam Rumah Sakit Eropa Kawasan Gaza di dalam Khan Yunis.
“Para tahanan berada di kondisi sangat kurus kering, beberapa tiada dapat berjalan dikarenakan pemukulan juga penyiksaan hebat yang digunakan dia alami,” ungkap Al-Hams.
Dia menambahkan, “Sebagian besar tahanan menderita penyakit kulit, kemudian satu persoalan hukum dirawat di dalam rumah sakit semalam dikarenakan fibrosis paru-paru.”
Pejabat kemampuan fisik yang dimaksud mencatat di dalam antara mereka yang dimaksud dibebaskan terdapat 15 staf kesehatan, yang ditahan dari rumah sakit selama konflik genosida negeri Israel di dalam Gaza.
Menurut Hamas, 11 dari merekan yang tersebut dibebaskan ke Jalur Daerah Gaza adalah tahanan yang tersebut menjalani hukuman seumur hidup atau hukuman panjang yang tersebut telah lama ditahan sebelum 7 Oktober 2023, sementara yang mana lainnya ditahan tentara negara Israel di area Daerah Gaza setelahnya itu.
Hamas menambahkan, 97 tahanan yang menjalani hukuman seumur hidup atau hukuman panjang juga dideportasi ke Mesir.
Amani Sarahneh dari Warga Tahanan Palestina mengungkapkan untuk Anadolu bahwa otoritas pendudukan negeri Israel memblokir pembebasan 46 anak-anak lalu wanita.
Dia menambahkan otoritas negeri Israel menunda pembebasan dia hingga verifikasi penuh berhadapan dengan jenazah yang diterima dari Gaza.






