Bos Danantara: Indonesia Punya Ruang Besar bagi Penyertaan Modal Mancanegara

JAKARTA – ketua eksekutif BPI Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan Indonesia mempunyai ruang besar untuk menggerakkan masuk penanaman modal asing, dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya. Sayangnya, realisasi pembangunan ekonomi asing segera (FDI) yang digunakan masuk ke Indonesia masih tergolong rendah.
Dari total FDI yang digunakan masuk ke ASEAN sebesar USD220-230 miliar, Rosan menyampaikan Indonesia hanya saja sebesar 11-12 persen. “Padahal populasi kita ini 40-41 persen dari total populasi ASEAN. Jadi kalau kita lihat seperti itu room to grow-nya untuk penanaman modal itu masih sangat-sangat besar,” kata Rosan pada IDX Channel Economic Insight 2025 di dalam Main Hall BEI, DKI Jakarta Selatan, dikutipkan pada Mingguan (16/3/2025).
Melihat kondisi tersebut, Menteri Investasi/Kepala BKPM ini menekankan peran BPI Danantara untuk meningkatkan daya tarik investasi. Bagi Rosan, keberadaan Danantara dapat memberikan kepastian bagi penanam modal asing maupun domestik.
“Justru dengan adanya Danantara ini kita ingin menghadirkan para pelaku bisnis nasional, para penanam modal luar untuk berinvestasi bersama-sama dengan kami,” jelasnya.






