Fakta Unik

Restoran Milik Legenda Manchester United Ryan Giggs Bangkrut Utang Milyaran Rupiah!

Kabar mengejutkan datang dari Ryan Giggs, legenda Manchester United. Restoran miliknya, George’s Dining Room and Bar, yang berlokasi di Worsley, Greater Manchester, resmi dinyatakan bangkrut dan tiba-tiba tutup bulan lalu. Penutupan mendadak ini menyisakan utang fantastis dan mengejutkan banyak pihak, termasuk para staf yang baru diberi tahu melalui pesan singkat.

Utang Menggunung: Total Kewajiban Restoran Giggs Capai Rp11,3 Miliar

George’s Dining Room and Bar, yang dibuka pada tahun 2014, terjerat masalah keuangan serius. Total kewajiban utang yang harus dibayar mencapai £563.600 atau sekitar Rp11,3 miliar. Angka ini terbagi ke beberapa pihak, menunjukkan parahnya kondisi finansial restoran tersebut:

  • Pemasok: £129.357 (sekitar Rp2,6 miliar)
  • Pajak yang Belum Dibayar: £75.616 (sekitar Rp1,5 miliar)
  • Bank dan Pinjaman Lainnya: £44.095 (sekitar Rp887 juta)

Penutupan Mendadak George’s Dining Room and Bar: Staf Kaget!

Pada bulan Februari lalu, George’s Dining Room and Bar tiba-tiba menutup pintunya tanpa peringatan sebelumnya. Para karyawan George’s Dining Room and Bar menerima pesan singkat yang menginformasikan bahwa bisnis tidak dapat bertahan. Alasan utama penutupan disebutkan karena penurunan jumlah pelanggan dan peningkatan biaya operasional.

Seorang karyawan mengungkapkan keterkejutannya, “Kami seharusnya bekerja hari ini, tetapi tiba-tiba menerima pesan bahwa restoran ditutup. Kami semua kaget.” Kejadian ini menyoroti bagaimana penutupan bisnis dapat berdampak langsung pada kehidupan para pekerja.

Jejak Bisnis Ryan Giggs: Dari Sepak Bola Hingga Perhotelan

Meskipun dikenal sebagai ikon sepak bola, Ryan Giggs juga memiliki beragam investasi bisnis di luar lapangan hijau. Ia tercatat berinvestasi di sektor properti, mode, dan perhotelan, menunjukkan minatnya dalam dunia wirausaha.

Saat pembukaan George’s Dining Room and Bar pada 2014, banyak mantan bintang Manchester United seperti Bryan Robson, Nicky Butt, dan Gary Neville turut hadir memberikan dukungan. Giggs sendiri sempat menyatakan visinya: “Kami sudah berteman selama 30 tahun dan selalu ingin menjalankan bisnis bersama. Kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda untuk Worsley.”

Sayangnya, ambisi tersebut harus pupus dengan bangkrutnya restoran ini. Kisah George’s Dining Room and Bar menjadi pengingat bahwa dunia bisnis, bahkan bagi seorang legenda sekalipun, selalu memiliki tantangannya sendiri.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
racikan mbg menelusuri gates of olympus dengan metode analitisriset empiris mbg membahas hujan emas lucky neko yang meledakpgsoft menyajikan animasi kreatif dengan tampilan futuristik modernperkembangan aplikasi lokal yang diapresiasi rupiahggmahjong ways dan peran animasi dalam meningkatkan pengalaman visual mbgkajian mahjong ways 2 mengenai harga minyak melalui data terukur terkiniwild bandito evaluasi sistem multi payout kaskade wb6strategi slot online analitik berbasis ritme lebih stabilpola terbaru mahjong ways 2 yang lagi gacor di bosggpendekatan mbg mengamati wild bandito secara objektif dan terukurterungkap pola gacor mahjong wins 2 hari ini dari user setia kpkggsuper scatter menghadirkan efek cepat instan dengan sensasi berbedasuper scatter menghadirkan kejutan instan dengan efek cepat responsifstrategi pemain bosgg tembus jp wahjong ways 2 dengan modal tipissuper scatter sajikan bonus ultra 70 mode dengan mekanisme baruriset integral mbg menilai scatter emas the dog house yang liarkarhutla dan sweet bonanza dikaji lewat pendekatan teknis yang terarahperkembangan startup lokal dalam catatan rupiahgg