Karier Anthony Joshua di dalam Ujung Tanduk, Eddie Hearn: Hal ini Tahun Terakhirnya!

Anthony Joshua kemungkinan besar semata-mata mempunyai satu pertarungan tersisa ketika promotor Eddie Hearn mengisyaratkan bahwa karier petinju Inggris itu hampir berakhir. Ya, karier Anthony Joshua berada dalam ujung tanduk setelahnya kekalahan demi kekalahan yang dialaminya.
Anthony Joshua dapat menggantungkan sarung tinjunya pada tahun mendatang, demikian ungkap promotor Eddie Hearn. Harapan samar Anthony Joshua untuk menjadi juara kelas berat tak terbantahkan sudah pernah dihancurkan dengan kejam pada bulan September pada pertarungannya dalam Wembley melawan Daniel Dubois untuk bertarung memperebutkan gelar kejuaraan IBF.
Petarung jika Watford, 35 tahun, segera mengecam desakan agar ia pensiun, lalu bersikeras bahwa ia akan “terus melempar dadu” di upayanya untuk merebut semua peringkat juara dunia kelas berat. Namun, kepala tinju Matchroom dan juga sahabat lamanya, Eddie Hearn berpendapat bahwa peraih medali emas London 2012 ini dapat segera mengakhiri kariernya. Dia menyatakan terhadap The Times: ”Ini bisa saja jadi tahun terakhir [Joshua] pada olahraga ini.”
AJ berada di tempat jalur yang tepat untuk pertarungan ulang melawan Dubois pada 22 Februari sebelum timnya menyarankannya untuk tidak ada memaksakan diri dikarenakan cedera. Ia sangat ingin membalas dendam, namun Hearn menegaskan bahwa merekan tidak ada akan merencanakan langkahnya hingga setelahnya pertandingan ulang penghargaan kelas berat bersatu bulan depan antara Tyson Fury juga Oleksandr Usyk, ia mengungkapkan terhadap DAZN: “Bisa jadi itu adalah pertarungan ulang melawan Dubois, namun tidak ada akan terjadi pada 22 Februari.”
”Saya pikir kita harus mengawasi bagaimana 21 Desember nanti (Usyk-Fury II) berlangsung lalu kemudian menciptakan langkah setelahnya itu. Nantikan AJ di area pada ring pada bulan Mei atau Juni mendatang”.
Pertarungan bersejarah antara Joshua juga Fury telah dilakukan dua kali hampir terjadi. Dan Hearn tidak ada ingin membahayakan pertarungan terbesar di sejarah tinju Inggris dengan mengambil tindakan yang dimaksud terburu-buru.






