Kondisi Keuangan China Tertatih-tatih, Xi Jinping: Apa yang Tidak Baik dari Deflasi?

JAKARTA – Presiden China Xi Jinping dilaporkan meremehkan ancaman deflasi yang mana menghantam perekonomian. Meskipun konsumen dapat mendapatkan keuntungan dari penurunan harga, deflasi yang tersebut terus-menerus sanggup menyebabkan penurunan belanja juga investasi.
Ancaman deflasi tampaknya tidak ada terlalu mengkhawatirkan Xi Jinping, bahkan ketika negara dengan perekonomian terbesar kedua di dalam dunia ini terus berjuang dengan perkembangan yang digunakan lemah.
Namun, hal ini cukup mengkhawatirkan para penasihat Partai Komunis sehingga merek menyiapkan sebuah laporan di tempat awal tahun ini yang menyampaikan peringatan bahwa China dapat tergelincir ke di spiral deflasi tanpa langkah-langkah yang digunakan lebih lanjut agresif untuk menggalakkan pertumbuhan, sumber-sumber mengungkapkan untuk Wall Street Journal. Namun, Xi menepisnya.
“Apa yang buruk dari deflasi?” ia bertanya untuk para penasihatnya, menurut Journal dilansir dari Fortune, Selasa (31/12/2024). “Bukankah orang-orang senang apabila harga-harga menjadi lebih besar murah?”
Kantor Pengetahuan Dewan Negara, yang digunakan ditugaskan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang para pemimpin China, tidaklah menanggapi permintaan komentar dan juga merujuk pertanyaan-pertanyaan Journal untuk lembaga-lembaga lain yang dimaksud tidak ada menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Sebaliknya, konsumen Amerika Serikat frustrasi dengan naiknya harga yang tersebut meningkat selama bertahun-tahun serta tingkat perkembangan nilai tukar melambat secara substansial sejak mencapai titik tertinggi pada 2022.
Sementara, perekonomian China terjebak pada perkembangan yang mana melambat secara besar dari kenaikan dua digit yang tersebut biasa terjadi pada dekade-dekade sebelumnya di area tengah-tengah kejatuhan real estat, lemahnya permintaan konsumen serta tingkat utang yang tersebut tinggi.
Akibatnya, harga-harga konsumen stagnan serta tertatih-tatih di deflasi sementara harga-harga produsen terperosok pada deflasi selama berbulan-bulan.
Tentu saja, konsumen akan diuntungkan dengan biaya barang yang dimaksud lebih lanjut murah. Namun, deflasi ekonomi yang digunakan terus-menerus juga dapat memicu lingkaran setan sebagai penurunan belanja juga investasi, yang digunakan menyebabkan peningkatan yang dimaksud lebih lanjut lemah lalu pengangguran yang digunakan lebih banyak tinggi.






