Aion Mau Bawa MPV Listrik 7 Penumpang, BYD M6 Bakal Punya Saingan

YOGYAKARTA – Pasar mobil jenis MPV (Multi Purpose Vehicle) menjadi model yang tersebut paling laris di dalam Indonesia. Kapasitas yang mana dapat menampung tujuh orang dengan bagasi luas menjadikan publik Tanah Air memilih mobil jenis MPV.
Memasuki era elektrifikasi, ketika ini baru BYD yang dimaksud memasarkan MPV listrik dengan menawarkan M6. Terbukti mobil listrik yang dimaksud laris manis di area pasaran dan juga segera merebut pangsa pangsa kendaraan ramah lingkungan di dalam Indonesia.
Melihat tren tersebut, Aion Indonesia mengaku tertarik bermain pada segmen MPV listrik. Sebab, pasarnya masih sangat luas dan juga belum banyak pemain pada segmen tersebut, khususnya di dalam kelas menengah.
“Ada empat (mobil baru). Ada varian kemudian ada model baru. Nanti setelahnya akhir 2025 akan semakin lengkap segmen mobilnya Aion. Harapannya lebih besar berbagai beredar di tempat lapangan,” kata Andry Ciu, Chief Operating Officer (CEO) Aion Indonesia, ketika ditemui pada Yogyakarta, belum lama ini.
Aion menyadari MPV tujuh penumpang cocok untuk bursa Indonesia dengan warga yang digunakan lebih banyak menyukai mobil berkapasitas besar. Ini adalah berbeda dengan lingkungan ekonomi luar negeri yang dimaksud lebih banyak menyukai mobil SUV dengan bodi yang dimaksud tambahan besar.
“Jika mau jualan di dalam Indonesia, (menjual) mobil 3 baris adalah sebuah keharusan. Pasar mobil terbesar di dalam Indonesia masih MPV. Oleh dikarenakan itu kami akan masuk ke pangsa tersebut. Barang itu nantinya benar-benar dipersiapkan untuk bursa Indonesia,” ungkap Andry beberapa waktu lalu.
Di bursa China, Aion miliki GN6 sebagai MPV tujuh penumpang. Namun, mobil ini masih mengandalkan mesin pembakaran internal sebagai penggerak. Namun, Andry mengungkapkan bahwa Aion ke depannya tiada semata-mata mengirimkan mobil listrik pada Indonesia.
“Dari GAC Group sendiri, ini banyak variannya hybrid, PHEV, juga RIEV yang telah disiapkan model setir kanannya. Sudah siap nih. Tinggal yang mana mana dulu kita luncurkan, itu tinggal kita memilah. Termasuk PHEV,”ungkapnya.






