Peparnas 2024: Ammar Hudzaifah Pernah Stres Diejek serta Dipandang Remeh, Kini Buktikan dengan Prestasi

Jakarta – Atlet para-atletik Jawa Tengah, Ammar Hudzaifah, meraih medali emas dari cabang olahraga para-atletik nomor 1.500 meter T37 pada Pekan Paralimpiade Nasional atau Peparnas 2024 ke Stadion Sriwedari, Surakarta, Senin, 7 Oktober.
T37 merupakan pertandingan nomor lari pada para-atletik yang mana ditujukan untuk penderita cerebral palsy dengan gejala ringan sampai sedang.
Baginya, prestasi itu seperti sebuah pembuktian. Ia mengaku sempat stres dengan banyaknya pandangan remeh kemudian sebelah mata dari khalayak lain lantaran dirinya menderita cerebral palsy yang digunakan menghasilkan tangannya kaku.
“Saya masih ingat, beberapa tetangga bilang begini, ‘Bisa apa kalau tangannya begitu?’, lalu lain-lain. Akhirnya, saya dapat buktikan sekarang,” ujar Ammar.
Kondisi stres itu diakuinya bahkan menghasilkan ia tiada ingin melanjutkan sekolah. “Saya minder, jadi sekolah saya hanya saja sampai SMP,” kata Ammar.
Namun, di dalam sedang beban mentalnya, pria berusia 27 tahun itu menemukan secercah harapan melalui olahraga.
Awalnya, Ammar mengatakan dirinya diajak untuk mengikuti seleksi lari dari National Paralympic Committee of Indonesi (NPCI) Jawa Tengah lalu lolos hingga menjadi atlet pada 2015.
Karena bakatnya, Ammar kemudian diikutkan ke beragam kejuaraan. Bukan cuma lari, Ammar pun mengikuti kompetisi sepak bola cerebral palsy (CP).
Di Peparnas Papua 2021, ia mendapatkan tiga medali emas satu di antaranya memecahkan rekor nasional nomor 800 meter T37 putra dengan catatan waktu dua menit 19,23 detik.
Dengan torehan itu, beliau berubah jadi unggulan Jawa Tengah di dalam nomor 1.500 meter T37 putra Peparnas 2024.
“Di hari pertama, insyallah dari nomor 1500 meter T37, Ammar Hudzaifah diproyeksikan untuk mendapatkan medali emas pertama bagi kontingen NPC Jateng,” kata instruktur kepala para-atletik NPC Jateng Agus Widayat sebelum Peparnas tersebut.
Target itu pun berhasil diwujudkan Ammar dengan torehan waktu empat menit 55,50 detik.
Di sepak bola cerebral palsy, Ammar masuk pada kelompok yang mana mendapatkan medali emas di ASEAN Para Games 2017 ke Malaya serta perak pada ASEAN Para Games 2023 dalam Kamboja.
Artikel ini disadur dari Peparnas 2024: Ammar Hudzaifah Pernah Stres Diejek dan Dipandang Remeh, Kini Buktikan dengan Prestasi






