Tentara negeri Israel mundur dari Qabatiya, infrastruktur juga rumah hancur

Ramallah, Palestina – Tentara negara Israel mundur dari Qabatiya, sebuah kota dekat Jenin pada wilayah pendudukan Tepi Barat, Selasa (24/2) dini hari.
Penarikan itu menyisakan rumah-rumah serta toko-toko pada keadaan hancur juga infrastruktur yang mana rusak parah.
Saksi mata menyatakan terhadap Anadolu bahwa pasukan tanah Israel sepenuhnya meninggalkan Qabatiya pasca menangkap beberapa warga juga menghancurkan toko-toko serta prasarana umum.
Pemerintah Perkotaan Qabatiya melaporkan bahwa tentara tanah Israel merusak jaringan air limbah, listrik, air bersih, lalu komunikasi sebelum meninggalkan kota tersebut.
Tentara Israel, Minggu (23/2), memberlakukan jam di malam hari selama 48 jam di area Qabatiya. Selama pemberlakuan jam waktu malam itu, buldoser militer menghancurkan infrastruktur kota juga properti masyarakat dan juga pribadi.
Sementara itu, tentara tanah Israel menggerebek beberapa permukiman dalam Nablus, menerobos masuk ke rumah-rumah warga Palestina, lalu menangkap sebagian orang.
Sejak bulan lalu, militer negara Israel terus melakukan operasi di area wilayah utara Tepi Barat. Aksi militer itu menewaskan sedikitnya 60 orang lalu memaksa ribuan warga mengungsi.
Penggerebekan ini merupakan bagian dari eskalasi militer negara Israel yang tersebut terus berlanjut dalam Tepi Barat.
Menurut Kementerian Kesejahteraan Palestina, setidaknya 923 warga Palestina dalam Tepi Barat sudah pernah terbunuh serta hampir 7.000 lainnya terluka akibat serangan tentara juga pemukim ilegal tanah Israel sejak Tel Aviv melancarkan pertempuran genosidanya pada Jalur Wilayah Gaza pada 7 Oktober 2023.
Mahkamah Internasional (ICJ) pada Juli 2024 menyatakan bahwa pendudukan tanah Israel pada wilayah Palestina adalah ilegal, lalu menuntut evaluasi segera seluruh permukiman pada Tepi Barat serta Yerusalem Timur.
Sumber: Anadolu






