Efisiensi Anggaran Dipastikan Berlaku 2 Putaran, Targetnya Capai Rp750 Trilyun

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memiliki target efisiensi anggaran dalam kementerian lalu lembaga (K/L) , juga eksekutif Daerah (Pemda) diberlakukan dua putaran. Dimana target dana yang dimaksud dapat dihemat mencapai beratus-ratus triliun rupiah.
Angka efisiensi disampaikan Kepala Negara HUT ke-17 Partai Gerindra, Hari Sabtu (15/2/2025). Adapun dasar hukumnya terdiri dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja di Pelaksanaan APBN serta APBD Tahun Anggaran 2025.
Fase pertama efisiensi anggaran sedang diadakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan target Rp300 triliun. “Memang penghematan yang tersebut lagi ramai, penghematan yang mana kita lakukan, penghematan putaran pertama oleh Kementerian Keuangan disisir, dihemat Rp300 triliun,” ujar Prabowo.
Tahap kedua, penghematan anggaran pada lingkup K/L juga Pemda dengan total Rp308 triliun. Namun Rp58 triliun akan dikembalikan lagi ke K/L sehingga nilainya menjadi Rp250 triliun.
Adapun, waktu pemberlakuan pemangkasan anggaran fase kedua belum disampaikan Kepala Negara, namun prospek ini bisa saja belaka berlaku pada 2026.
“Penghematan putaran kedua Rp308 triliun. Dividen dari BUMN Rp300 triliun, Rp100 triliun dikembalikan. Jadi totalnya kita punya Rp750 triliun,” kata dia.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati sebelumnya mengatakan rekonstruksi menghadapi efisiensi anggaran K/L dan juga Pemda di dalam 2025 dijadikan baseline atau acuan penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan lalu Belanja Negara (RAPBN) 2026 nanti.
Hal itu disampaikan pada waktu rapat kerja (raker) sama-sama Komisi XI DPR RI, Kamis (13/2/2025). Menurutnya, efisiensi anggaran bisa jadi menciptakan sebuah budaya baru di tempat level birokrasi. “Kami menyetujui bahwa dari efisiensi di area kementerian dan juga lembaga di dalam 2025 akan dijadikan sebagai baseline,” ucap Sri Mulyani.
“Kalau ini menciptakan sebuah budaya baru untuk efisiensi dari birokrasi di area seluruh K/L, sehingga tentunya nanti hasil dari 2025 akan digunakan untuk penyusunan (RAPBN) 2026,” lanjut dia.






