Stellantis Kenalkan Ban Maju Terbuat dari Cangkang Telur

PARIS – Stellantis, sebuah perusahaan otomotif multinasional, telah lama mengajukan paten untuk pengembangan baru pada pengembangan ban yang mana lebih lanjut ramah lingkungan dengan menggunakan dermis telur sebagai substansi utama.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menurunkan dampak lingkungan pada bidang otomotif dengan mengganti materi tradisional seperti karbon hitam lalu silika dengan kalsium oksida (CaO) yang diekstrak dari lapisan kulit telur.
Paten yang digunakan diajukan pada pertengahan tahun 2023 juga diterbitkan oleh Kantor Paten juga Merek Dagang Amerika Serikat pada tanggal 23 Januari 2024, merinci rencana Stellantis untuk menggunakan kalsium oksida dari lapisan kulit telur sebagai agen penggandeng pada produksi ban. Pendekatan ini tidaklah belaka menurunkan limbah tetapi juga mengempiskan ketergantungan pada substansi berbasis minyak bumi, sehingga menyokong inisiatif ekonomi sirkular.
Kulit telur ayam mengandung lebih banyak dari 90% kalsium karbonat, yang digunakan dapat diproses pada suhu tinggi untuk memunculkan kalsium oksida. Menurut Stellantis, material ini dapat meningkatkan ketahanan ban terhadap gesekan, meningkatkan cengkeraman pada kondisi jalan basah, lalu menurunkan hambatan gulir hingga 20%. Lebih berjauhan lagi, pembaharuan ini berpotensi meningkatkan efisiensi unsur bakar kendaraan hingga 3% dibandingkan ban konvensional yang tersebut menggunakan karbon hitam.
Industri otomotif menghadapi tantangan di menangani polusi dari ban konvensional yang dimaksud terbuat dari karet sintetis serta alami, di area mana karbon hitam digunakan sebagai material utama untuk meningkatkan daya tahan serta pengamanan UV.
Namun, produksi karbon hitam terkait dengan emisi gas rumah kaca juga polusi udara. Penelitian juga menunjukkan bahwa partikel yang tersebut dihasilkan oleh keausan ban dapat menjadi sumber utama
mikroplastik di area lautan dan juga sistem perairan.






