Nasional

Soroti Rendahnya Hukuman Koruptor dalam Indonesia, Waktu petang Hal ini pada INTERUPSI sama-sama Anisha Dasuki, Bremana Tenaya, kemudian Narasumber Kredibel, Live Hanya di dalam iNews

JAKARTA – Korupsi menjadi salah satu kesulitan terbesar yang tersebut terus menggerogoti sendi-sendi hidup bangsa Indonesia. Dalam sebuah pernyataan tegas, Presiden Prabowo Subianto mengusulkan agar hukuman bagi koruptor diperberat hingga mencapai 50 tahun penjara. Namun, pertanyaan besar yang dimaksud muncul adalah: apakah usulan ini mungkin saja diterapkan pada sistem hukum Indonesia?

Dalam episode terbaru INTERUPSI di malam hari ini dengan Anisha Dasuki, Bremana Tenaya, Andi Asrun, Teuku Nasrullah, juga para narasumber kredibel lainnya akan mendiskusikan tema hangat “Vonis Koruptor 50 Tahun, Mungkinkah?”.

Meskipun usulan ini terdengar sebagai langkah tegas yang dimaksud diperlukan, namun penerapannya tidaklah sederhana. Sistem hukum Indonesia ketika ini belum mengatur hukuman penjara hingga 50 tahun bagi koruptor. Beberapa pelaku korupsi hanya sekali dijatuhi hukuman beberapa tahun penjara, bahkan banyak kali mendapatkan remisi yang mana mempercepat masa tahanan mereka. Akibatnya, hukuman ini dinilai bukan memberikan efek jera. Jika pemerintah benar-benar ingin memberantas korupsi hingga ke akar-akarnya, apakah hukuman 50 tahun bagi koruptor merupakan solusi tepat yang tersebut mampu menyebabkan efek jera?

Saksikan selengkapnya pada INTERUPSI “Vonis Koruptor 50 Tahun, Mungkinkah?” di malam hari ini bersatu para narasumber, Andi Asrun-Pakar Hukum Tata Negara, Teuku Nasrullah-Pakar Hukum Pidana, Pitra Romadoni-Praktisi Hukum, Saut Situmorang – Pimpinan KPK 2015-2019, pukul 20.00 WIB, Live cuma di tempat iNews.

Related Articles

Back to top button
mahjong ways dan perkembangan tampilan game di tengah tren digital mbgmetode slot online terukur agar alur lebih baikobservasi mbg menelusuri mahjong ways 2 yang sering diperhatikanobservasi sistematis mbg meninjau scatter emas big bass bonanzapendekatan mbg memahami gates of olympus secara konsistenperan rupiahgg dalam mendorong literasi keuangan masyarakat