Travel Umrah Garislurus Lintas Semesta Pastikan Miliki Izin Operasional

JAKARTA – Kementerian Agama ( Kemenag ) telah lama membuka izin operasional 33 travel umrah. Salah satunya milik Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) PT Garislurus Lintas Semesta.
Seperti diketahui, Kemenag membekukan sementara izin operasional 345 PPIU lantaran dianggap belum melakukan sertifikasi yang tersebut diwajibkan pemerintah sejak berlakunya Keputusan Menteri Agama Nomor 1251 tahun 2021.
“Travel umrah PT Garislurus sudah ada dipastikan mempunyai izin operasional. Pengetahuan pembekuan sementara oleh Kemenag oleh sebab itu adanya missed data,” kata pemilik Travel Umrah Garislurus Lintas Semesta, Katrin Swasono, Mulai Pekan (14/10/2024).
Katrin mengatakan, travel umrah Garislurus Lintas Semesta sudah ada tersertifikasi dari lembaga berwenang yang digunakan berafiliasi dengan Kemenag kemudian Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan nilai akreditasi A sejak tanggal 6 Mei 2024. “Kami melaporkan sertifikasi yang dimaksud pada 27 Juni komplet dengan dokumen penunjang,” jelasnya.
Katrin mengaku kaget ketika menerima pemberitahuan travel umrahnya masuk pada daftar 345 PPIU yang dimaksud dibekukan Kemenag pekan lalu. Pihaknya kemudian melakukan klarifikasi terhadap pihak Kemenag.
“Kami telah terjadi mengunjungi kantor Kemenag pusat lalu menyampaikan adanya error administrasi pembekuan izin PPIU Garislurus. Alhamdulilah, pihak Kemenag telah lama meminta-minta maaf lalu dengan segera menyebabkan surat ralat berhadapan dengan kesalahan tersebut,” katanya.
Pada 9 Oktober lalu, Kemenag sudah mengeluarkan surat dari Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan juga Umrah (Ditjen PHU) bernomor B-09013/DJ/DT.II.IV.I/Hj.09/10/2024 tentang dibukanya kembali izin operasional 33 travel umrah. Salah satu PPIU yang izin operasionalnya kembali dibuka adalah travel umrah Garislurus.
Katrin berharap persoalan seperti ini tiada kembali terjadi dalam kemudian hari. “Kita berharap ke depan jangan sampai terjadi lagi hal seperti ini. Karena bukanlah belaka kami semata yang dirugikan, tapi juga para jemaah kami,” ucap Katrin.






